Headlines News :
Home » » PROBLEMATIKA LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT

PROBLEMATIKA LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT

Written By prayogi wicaksono on Monday, 3 June 2013 | 23:06




      PROBLEMATIKA LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT


Berkembangnya kehidupan masyarakat disisi lain memunculkan suatu problematika sendiri. Perubahan sosial merupakan konsekuensi logis dari adanya saling pengaruh mempengaruhi saat interaksi sosial terjadi dalam lingkungan sosial budaya masyarakat. Para sosiolog mencoba menguraikan akibat-akibat dari kelompok-kelompok sebab-sebab yang diasumsikan. Kelompok atau kelas sebab-sebab ini disebut “faktor-faktor”. Ada beberapa faktor yang dirinci oleh para pemikir sosial selalu bersifat ganda tidak tunggal, sekurang-kurangnya dalam ukuran yang lebih besar.

Tetapi para teoritisi yang sangat bersemangat telah terlalu menekankan arti penting sebuah faktor lebih daripada faktor lainnya. Mereka ini telah menyumbang lebih banyak kepada pemahaman kita tentang masalah perubahan sosial budaya daripada para teoritisi ekonomis yang terang-terangan memilih sebab-sebab ganda perubahan sosial budaya. Demikianlah kita telah belajar sesuatu dari kegigihan Herbert Spencer yang mengemukakan seleksi alamiah sebagai sebab perubahan sosial . Pendapat Henry Thomas Buckle tentang pengaruh geografi dan terutama iklim, pendapat Karl Marx tentang pengaruh metode produksi,Arthur De Gobineau yang menekankan faktor ras, yaitu tentang ras unggul, Emile Durkheim yang menghargai faktor masyarakat itu sendiri dan Max Weber yang mengakui arti penting etik ekonomi yang dimaksudkan ialah etik protestan dalam perubahan sosial yaitu berkembangnya semangat kapitalisme yang pada gilirannya mengembangkan ekonomi dan bisnis di dunia barat.
Menurut Bierstedt, semua penulis sosiolog yang terkenal itu telah menggunakan “theoritic bias” dan meskipun semuanya itu salah, mereka telah memberi kita suatu kilasan proses sosial, suatu kilasan yang mengajar kita walaupun tidak seluruhnya meyakinkan. Ia berpendapat bahwa tidak selalu mudah untuk mengatakan kapan suatu teori berhenti bersifat sosiologis dan menjadi spekulatif dan metafisis.
Berikut beberapa faktor menurut Bierstedt(1970:516-522):
Faktor geografi, faktor biologis, demografi, politik, teknologi, ekonomi,dan ideologi. Dari beberapa faktor yang menyebabkan perubahan sosial hanya beberapa saja yang akan diberikan contohnya. Bila kita memperhatikan penggunaan telepon genggam ataun Hp, akan nampak betapa besarnya pengaruh terhadap masyarakat kita. Misalnya, kebiasaan mengirim kartu ucapan selamat pada hari besar keagamaan, hari ulang tahun, dan sebagainya diganti dengan mengirim sms. Orang lebih mudah dan lebih cepat berhubungan dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh, baik untuk urusan pribadi maupun bisnis , akan tetapi menjadi segan atau bahkan tidak mau berkomunikasi dengan orang atau kawan yang dekat sekali secara badani. Rasa keterasingan justru meningkat, itulah contoh pengaruh teknologi.
Cara produksi di pabrik, sistem bagaimana pendapatan masyarakat dibagi diantara anggotanya menimbulkan perubahan sosial dalam masyarakat. Misalnya timbul serikat buruh yang melakukan tawar menawar sebelum menandatangani Perjanjian Kerja Sama. Adanya negara yang menganut sistem perekonomian kapitalisme, berdasarkan sistem negara kesejahteraan atau sosial demokrasi, berdasarkan sosialisme. Itulah contoh pengaruh ekonomi. ( sumber : ISBD oleh HJ.EUIS IDA WARTIAH, Dra, Msi.)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Labels

Blog Archive

fan page

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. info olahraga kesehatan pendidikan - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template